Mengenal The Doctor

Mungkin anda bisa menebak kekaguman saya terhadap sosok Valentino Rossi dilihat dari Judul Website ini, Generasi 46, yang tentunya angka 46 itu terinspirasi dari nomor balap yang selalu dipakai the Doctor dalam balapannya. Dalam postingan kali ini, akan ditelisik biodata dan perjalanan karir legenda hidup MotoGP asal Italia ini.

Valentino Rossi terlahir dari sosok ayahnya yang merupakan mantan pembalap pada era 1970-an, Graziano Rossi dan ibunya Stefania Palma di Urbino Italia pada tanggal 16 Februari 1979. Rossi memiliki 2 saudara yang bernama Luca Marini yang juga seorang pembalap pada kelas moto2 tahun ini bersama Sky Racing VR46 dan saudara perempuannya bernama Clara.

Valentino Rossi dikenal dengan berbagai julukan, namun The Doctor menjadi julukan yang paling terkenal dan melekat ke sosoknya saat ini. The Doctor memulai karir balapnya pada usia 17 tahun di ajang Grand Prix pada tahun 1996 bersama Aprilia di kelas 125 CC dengan motor  RS125R. Di tahun pertamanya berstatus Rookie ini, rossi berhasil tampil dengan baik dengan raihan 1 kemenangan dan menduduki posisi klasmen 9 di akhir musim dengan 111 poin. Setahun setelah itu, 1997, the doctor tampil dominan dengan raihan 11 kemenangan dari 16 seri dan berhasil mengukuhkan gelar juara dunia pertama kalinya di Kelas 125 CC bersama Aprilia dengan raihan point di akhir musim 321 angka.

Ditahun ke-3 di ajang Grand Prix, Rossi naik kelas ke 250 CC pada tahun 1998 bersama Aprilia dengan menggunakan  motor RS250 dan tampil memukau dengan raihan runner up di akhir musim. Hasil ini mendorong rossi tampil lebih dominan di musim ke-4 nya di tahun 1999 dengan berhasil mengukuhkan gelar juara dunia ke-2 nya di kelas 250 CC dengan raihan 9 kemenangan dan mengakhiri musim dengan poin 309 angka.

Setelah berhasil merajai kelas 250 cc, rossi kembali naik kelas ke 500 cc bersama Nastro Azzuro Honda. Di musim pertamanya di kelas primer ini, the doctor tampil cukup baik dengan memenangi 2 balapan dari 16 seri yang digelar. Di tahun keduanya di kelas primer, 2001, The doctor mendominasi dengan raihan 11 kemenangan dan mengantarkannya mengukuhkan juara dunia ke-3nya dengan 325 poin di akhir musim.

Pada tahun 2002 ajang grand prix motoGP, Rossi tetap menggeber motor honda namun dengan tim Pabrikan Repsol Honda. Di musim perdananya bersama Repsol Honda ini, The Doktor langsung mendominasi dengan raihan 11 kemenangan dan mengumpulkan point di akhir musim sebanyak 355 angka dan mengantarkannya mengukuhkan gelar juara dunia ke-4 nya. Penampilan mengesankan ini juga dilanjutkan pada musim keduanya bersama Repsol Honda di tahun 2003 dengan berhasil meraih gelar juara dunianya yang ke-5.

Pada tahun 2004, rossi memutuskan meninggalkan pabrikan Honda dan hijrah ke Tim Gauloises Yamaha untuk mencari tantangan baru setelah 3 musim berturut mendominasi ajang grand prix bersama Honda. The Doctor terus membuktikan kepada dunia bahwa kualitas pembalap lebih berarti dibandingkan kehebatan motor dengan mendominasi musim pertamanya bersama Yamaha yang motornya tidak sehebat honda dikala itu.

Pada musim pertamanya mengendarai motor YZR-M1, rossi berhasil memenangi 9 seri dan mengumpulkan poin sebanyak 304 di akhir musim dan kembali merengkuh gelar juara dunia ke-6 nya. Penampilan apik ditas YZR-M1 kembali dipertontonkan pada musim 2005 dengan terus mendominasi grand prix dan kembali meraih gelar juara dunia ke-7 bersama Yamaha.

Pada tahun 2007, format MotoGP beralih dari mesin 500 cc ke 800 cc. Pada tahun ini, rossi tampil cukup baik namun gelar juara dunia diraih oleh pembalap Ducati, Casey Stoner. The doctor kembali berhasil mendominasi pada musim 2008 dengan raihan poin 373 angka di akhir musim dan mengantarkannya meraih gelar juara dunianya yang ke-8 bersama Fiat Yamaha Team. Hasil apik ini pun dilanjutkan ke musim berikutnya, 2009, dengan kembali meraih gelar juara dunianya yang ke-9 di usia ke 30 Tahun.

Setelah perseteruannya dengan rekan setimnya Jorge Lorenso memanas, rossi memutuskan hijrah ke pabrikan Ducati pada tahun 2011. Debutnya bersama Desmocedici tidak begitu baik dengan hanya berhasil sekali naikpodium dan mengakhiri musim di peringkat ke-7. Pada musim keduanya bersama ducati di musim 2012, rossi juga belum mampu tampil apik dengan hanya meraih 2 kali podium dan mengakhiri musim di peringkat ke-6.

Tidak berhasil menaklukan desmocidici, the doctor akhirnya memutuskan kembali ke pabrikan garputala pada musim 2013. Penampilan comeback rossi bersama YZR-M1 cukup baik, bahkan hampir kembali merengkuh gelar juara dunianya yang ke-10 di musim 2015 namun terganjal dengan drama sepang clash yang selanjutnya berakibat hukuman pada seri valencia dan hanya berhasil mengantarkan rossi pada posisi runner-up dibawah rekan setimnya Jorge Lorenso.

Hingga saat ini, the doctor masih terus membalap bersama YZR-M1 dan mencoba peruntungannya bersama para pembalap muda di usianya yang sudah mencapai kepala 4 saat ini. Selain membalap, the Doctor juga mendirikan sekolah balap ditanah kelahirannya Tavulia bernama VR46 Akademi yang mendidik dan mencetak pembalap-pembalap muda berkebangsaan italia yang akan mampu bersaing pada ajang Grand Prix. Selain sekolah balapnya itu, the doctor juga sudah memiliki team balap yang berlaga di ajang Moto3 dan Moto2 bernama SKY Racing VR46. Sudah banyak anak didik rossi yang berlaga di ajang Moto3, Moto2 hingga MotoGP, baik bersama SKY racing VR46 team dan juga tim-tim lainnya.

 

 




Posting Komentar

0 Komentar