Kampung Adat Namata, Situs Megalitik yang Masih Terawat

Jika sobat generasi46 sedang berkunjung ke kabupaten sabu raijua, selain menikmati indahnya pesona Kelabba Maja dengan deretan bukit nan eksotis berwarna-warni, anda juga dapat berkunjung ke kampung adat dimana suasana tradisional dan etinik yang masih sangat terasa. Kampung adat itu bernama kampung adat Namata yang berlokasi di Desa Raeloro Kecamatan Sabu Barat. Lokasinya cukup dekat dengan seba yang berjarak sekitar 4 km dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit berkendara menggunakan sepeda motor.

Kampung adat namata ini, merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke kabupaten Sabu Raijua. Di kampung adat ini terdapat situs batu megalitik yang masih terawat dengan baik dengan dikellilingi rumah adat dan pemandangan yang indah karena berada diatas wilayah perbukitan.

Jika berkunjung di kampung adat ini, wisatawan juga dapat menyewa busana adat sabu raijua dengan biaya yang relatif murah yakni 100.000/per orang. Terdapat 3 rumah adat yang menyediakan jasa ini baik untuk busana pria maupun wanita. Jika sudah deal, maka wisatawan langsung dipakaikan mulai dari kain tenun adat hingga hiasan kepala. Setelah itu, dapat lanjut ke tempat situs batu megalitik untuk mengambil foto-foto yang keren dengan latar situs megalitik maupun rumah adat yang eksotis. Sebelum berfoto perlu bertanya dulu ke warga lokal mana yang bisa atau tidak dilakukan, karena tentunya ada larangan dan batasan yang perlu diperhatikan. Hanya terdapat 2 batu dari sekian banyak batu megalitik yang ada yang bisa dipegang atau diduduki oleh wisatawan, selebihnya dilarang. 

Kita dapat juga sambil mengulik informasi terkait kampung adat ini dengan warga lokal, terkait sejarah kampung adat ini dan juga situs batu megalitik yang ada. Terdapat kurang lebih 14 batu megalitik yang berbentuk bundar yang memiliki nama dan fungsinya masing-masing secara adat. Terdapat juga batu yang konon sebagai tempat duduk raja, batu tempat ritual pemuka agama dan batu untuk tempat sembahyang. Selain itu juga terdapat arena sabung ayam yang letaknya di tengah kampung adat. Arena sabung ayam ini masih aktif dilakukan pada bulan-bulan tertentu.


















Posting Komentar

0 Komentar